Jumat, 23 September 2011

Membuat domain di localhost dengan XAMPP

Saat ini saya akan coba menulis tentang bagaimana cara membuat domain di dalam localhost. Biasanya localhost ini dibuat dari software server seperti xampp, wamp, mySql server, dan lain-lain. Dan pada browser bisa diakses dengan alamat http://localhost atau IP 127.0.0.1 sehingga akan tampil tayangan website local server sesuai dengan software yang digunakan. Dan jika menggunakan XAMPP biasanya langsung didirect ke http://localhost/xampp 
 
Dan jika kita menginstall website offline tinggal membuat folder didalam folder htdocs (jika menggunakan XAMPP lho... )  Contohnya jika kita menginstal joomla dalam (C:\xampplite\htdocs\wahyu ) dengan folder wahyu, maka bisa diakses di http://localhost/wahyu dan tampilah website yang kita bangun.
 

Jadi sebelum kita mulai, matikan dulu Apache dan MySql dengan cara tekan stop di XAMPP Control Panel seperti berikut ini:

Kita akan membuat domain :  http://wahyu.local
 

Langkah-langkahnya :
  1. Domain yang akan kita akses adalah http://localhost/wahyu maka harus terletak pada C:\xampp\htdocs\wahyu
  2. Kemudian klik Start,  Run ( Logo Window dikeyboard + R) dan ketik C:\Windows\system32\drivers\etc\
  3. Setelah terbuka explorernya maka buka file hosts dengan notepad.
  4. Setelah terbuka file hosts.ics (jika  eks tidak dihide) , tambahkan lagi IP "127.0.0.1  wahyu.local" (ingat harus ada spasi antara IP dan domain dan tanpa kutip) dibawah localhost atau boleh juga dihapus. (coba2 aja deh... )
 
5.   Selanjutnya buka file httpd.conf yang ada di C:\xampp\apache\conf\ edit menggunakan notepad lalu tambahkan baris berikut, bisa terlihat pada gambar dibawah ini : 


6.  Selanjutnya, edit juga file httpd-vhosts.conf yang ada di C:\xampp\apache\conf\extra\ edit menggunakan notepad lalu tambahkan baris berikut, bisa terlihat pada gambar dibawah ini :


7.  Sampai disini, silahkan start Service Apache maupun Service Mysql.
8.   Sekarang jalankan browser anda dengan mengetik alamat http://wahyu.local ataupun dengan localhost maka kedua-duanya dapat berjalan bersama-sama dengan masing-masing alamat domain.

    Read more »

    Kamis, 22 September 2011

    Menghilangkan Developed By Rocket Theme dan Powered By Gantry

    Setelah coba mencoba untuk menghilangkan tulisan di joomla 1.5 yang bertulis Developed By Rocket Theme dan Powered By Gantry dengan berbagai cara akhirnya  ketemu juga. Caranya hanya memanipulasi file CSS masuk ke template yang telah kita install Contoh rocket_theme15/css/template_css.css (ini kalau templatenya standar joomla lho... ). Nah apabila file tersebut sudah ketemu coba (Open With) dibuka dengan notepad atau wordpad. Setelah itu baru deh mulai di edit  seperti berikut ini:

    cari dan temukan tulisan :
                                          #developed-by {margin: 5px 0 5px 0;float: left;}
                                          #powered-by {margin: 5px 0 5px 0;float: right;}

    dan ubah tulisan tersebut menjadi :
                                          #developed-by {display: none;}
                                          #powered-by {display: none;}

    Nah dengan begitu tulisan Developed By Rocket Theme dan Powered By Gantry akan hilang alias tidak tampak. Terakhir tinggal edit-edit footnote or copyright nya. Hehehehe....


    Good Luck semoga berhasil ya.....
    Read more »

    Senin, 12 September 2011

    Adakah Nabi Bayangan?

    Soal:

    Mencuatnya kembali kasus Ahmadiyah disertai pembelaan kaum Liberal soal kenabian Ghulam Ahmad, bahwa Ghulam Ahmad adalah Nabi bayangan, sebagaimana yang dikatakan Zuhairi Misrawi (Kompas, 16/2/2011). Pertanyaannya, adakah dalam pandangan Islam Nabi bayangan?

    Jawab:

    Istilah Nabi dan Rasul adalah istilah syar’i, yang makna dan konotasinya telah didefinisikan oleh syariah dalam nas-nas syara’.[1] Menurut Ahlussunnah, seperti al-Baidhawi dan al-Baghdadi, Nabi dan Rasul adalah orang yang sama-sama diberi wahyu oleh Allah. Semua Rasul adalah Nabi, tetapi tidak semua Nabi adalah Rasul. Menurut mereka, Rasul adalah orang yang membawa syariat baru, atau menghapus hukum-hukum syariat sebelumnya.[2]

    Karena itu, istilah Nabi dan Rasul adalah istilah khas dengan konotasi khas. Istilah ini tidak boleh digunakan, kecuali dengan konotasi dan konteks sebagaimana yang ditetapkan oleh syariah. Mengenai istilah yang digunakan oleh Zuhairi, bahwa ada Nabi independen (mustaqil), dan Nabi bayangan, maka harus ditegaskan bahwa istilah Nabi independen ini sebenarnya adalah Rasul, karena mereka mempunyai syariat sendiri. Istilah ini digunakan oleh Ismail al-Barwaswi dalam Tafsir Haqqi, Tafsir Tanwir al-Adzhan, dan Ruh al-Bayan.[3] Sementara istilah Nabi bayangan ini hanyalah rekaan kaum Ahmadi untuk menyebut Ghulam Ahmad. Menurutnya, Nabi bayangan ini taat dan patuh kepada Nabi independen, yaitu Nabi Muhammad.

    Klaim bahwa Ghulam Ahmad taat dan patuh kepada Nabi Muhammad adalah dusta. Karena, kalau dia taat dan patuh kepada Nabi saw., pasti dia tidak akan mengklaim dirinya sebagai Nabi, baik Nabi bayangan atau Nabi apapun. Sebab, Nabi saw. sendiri sudah menyatakan:


    “Bani Israil telah dipimpin oleh para Nabi, ketika seorang Nabi wafat, maka setelahnya akan ada Nabi baru yang menggantikannya. Sungguh tidak ada seorang Nabi pun setelahku, dan akan ada banyak khalifah.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

    Pernyataan Nabi saw. yang dengan tegas menafikan, bahwa tidak ada seorang Nabi pun setelah baginda, dengan konstruksi kalimat La an-nafiyah li al-jins (huruf La yang menafikan semua jenis), yaitu Innahu La Nabiyya ba’di (sungguh tidak ada seorang Nabi pun setelahku), disertai dengan ta’kid (penegasan) dengan Inna, menunjukkan bahwa semua jenis kenabian, apakah Nabi independen, Nabi bayangan atau Nabi apapun setelah baginda tidak akan pernah ada. Itulah maksud konstruksi kalimat La an-nafiyah li al-jins.

    Hadits ini sekaligus menjelaskan tafsir ayat al-Qur’an:


    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (Q.s. al-Ahzab [33]: 40)

    Ayat ini menyebut Nabi Muhammad sebagai Khatama an-Nabiyyin, yang berarti penutup Nabi-nabi. Bukan konotasi yang lain. Dengan demikian, klaim bahwa Ghulam Ahmad taat dan patuh kepada Nabi Muhammad saw. jelas bohong.

    Selain itu, jika ada orang yang mengklaim sebagai Nabi, berarti dia juga telah mengklaim dirinya mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Padahal, secara syar’i wahyu hanya diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi dan Rasul-Nya. Ibn Hajar al-Asqalani menyatakan:


    “Secara syar’i,  wahyu adalah pemberitahuan mengenai syariat. Kadang disebut dengan istilah wahyu, namun dengan konotasi isim maf’ul-nya, yaitu sesuatu yang diwahyukan, berupa kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.” [4]

    As-Suyuthi menyatakan:


    “Wahyu adalah apa yang diwahyukan oleh Allah kepada salah seorang Nabi untuk diteguhkan dalam hatinya, sehingga dia menyampaikannya dan menulisnya. Itulah kalam Allah.” [5]

    Dengan demikian, klaim bahwa Ghulam Ahmad adalah Nabi, jelas dusta. Karena dia tidak mendapatkan wahyu, sebagaimana pengertian wahyu secara syar’i. Tentang klaimnya, bahwa dia menerima wahyu sebagaimana yang dituangkan dalam kitabnya, Tadzkirah, juga merupakan kebohongan. Abu Bakar as-Shiddiq menyatakan dengan tegas, wahyu tidak lagi turun pasca wafatnya baginda saw.:


    “Nabi saw. telah pergi (wafat), dan wahyu pun terputus (berhenti).” [6]

    Dalam riwayat lain, ‘Umar menyatakan:


    “Ingat, bahwa Nabi saw. telah berlalu (wafat), dan wahyu pun telah terputus (berhenti).” [7]

    Ini dinyatakan di hadapan para sahabat, di depan mata dan telinga mereka, dan  tidak seorang pun di antara mereka ada yang mengingkarinya. Dengan kata lain, telah menjadi Ijmak Sahabat, bahwa wahyu tidak akan turun lagi setelah baginda saw. wafat. Karena itu, jika ada klaim bahwa ada orang yang menerima wahyu, setelah Nabi saw. wafat, berarti klaim tersebut bertentangan dengan Ijmak Sahabat di atas.

    Klaim Ghulam Ahmad sebagai Nabi juga meniscayakan dirinya harus ma’shum (tidak berdosa). Karena, nubuwwah (kenabian) tersebut meniscayakan harus ma’shum. Fakta membuktikan, bahwa Ghulam Ahmad tidak ma’shum, bahkan bukan saja berdosa besar, tetapi telah murtad. Pandangannya yang menyatakan dirinya Nabi, haji ke Baitullah – Makkah dan zakat tidak wajib adalah bukti yang tak terbantahkan.

    Karena itu, semua klaim yang menyatakan, bahwa Ghulam Ahmad adalah Nabi bayangan adalah batil, sesat dan menyesatkan. Demikian juga, klaim yang menyatakan, bahwa Ghulam Ahmad sebagai Nabi bayangan yang taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad, dan tidak membawa syariat baru, adalah klaim yang juga batil, sesat dan menyesatkan. Begitu juga klaim yang menyatakan, bahwa Ghulam Ahmad menerima wahyu juga merupakan klaim batil, sesat dan menyesatkan.  Wallahu Rabb al-musta’an wa ilahi at-takilan.

    [1] Al-Qur’an telah menggunakan lafadz an-Nabi sebanyak 31 kali, dengan konotasi orang yang diutus oleh Allah SWT. Sedangkan lafadz ar-Rasul digunakan sebanyak 56 kali, dan Rasul-Llah sebanyak 17 kali.

    [2] Al-Imam Abi Manshur ‘Abd al-Qahir bin Thahir at-Tamimi al-Baghdadi, Kitab Ushul ad-Din, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, Lebanon, cet. III, 1981, hal. 154; al-Imam Nashiruddin al-Baidhawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil, Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon, t.t., juz IV, hal. 57.

    [3] Ismail al-Barwaswi, Tafsir Haqqi, Dar as-Salafiyyah, India, cet., t.t., Juz IX, hal. 311; Ismail al-Barwaswi, Tafsir Tamwir al-Adzhan; Ismail al-Barwaswi, Tafsir Haqqi, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut, cet., 1985, Juz VI, hal. 266;

    [4] Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, ed. Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi Muhibbuddin al-Khathib, Dar al-Ma’rifat, Beirut, 1379 H, Juz I, hal. 9.

    [5] Jalaluddin as-Suyuthi, al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., Juz I, hal. 45.

    [6] Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, Dar al-Fikr, Beirut, 1994, Juz XIII, hal. 187.

    [7] Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, Dar al-Fikr, Beirut, 1994, Juz XV, hal. 76.

    Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2011/02/17/adakah-nabi-bayangan/
    Read more »
     

    Posting terbaru

    Anda ingin trading dengan modal hanya $1 saja... Silakan daftar di sini maka anda akan dapat $5 gratis Marketiva
    Ada kesalahan di dalam gadget ini